Monday, April 15, 2019
Sekjen Kemenag Lantik 138 JFT Pranata Komputer
Apa itu Pranata Komputer?
Persyaratan menjadi Pranata Komputer?
- Surat Permohonan menjadi Pejabat Pranata Komputer
- Surat Rekomendasi dari Atasan Langsung
- DP3 satu tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik
- Fotocopy SK Pengangkatan Pertama PNS dan SK kenaikan pangkat terakhir
- Minimal golongan II/A untuk PPK Terampil
- Minimal golongan III/A untuk PPK Ahli
- Fotocopy ijasah pendidikan terakhir
- Minimal SLTA / D 1 untuk PPK Terampil
- Minimal Sarjana / D IV untuk PPK Ahli
- Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Pranata Komputer Terampil / Ahli, kecuali bagi yang memiliki ijasah pendidikan di bidang TI
- Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK)
- Surat keterangan kebutuhan formasi Jabatan Fungsional Pranata Komputer dari unit organisasi Eselon I masing-masing
Jenjang Jabatan Pranata Komputer
Apa perbedaan Jabatan Pranata Komputer dan Jabatan Struktural?
- Jabatan Pranata Komputer tidak ada batasan pangkat, sedangkan Jabatan Struktural mengenal batasan pangkat
- Jabatan Pranata Komputer dimungkinkan dapat naik pangkat kurang dari 4 tahun apabila memenuhi persyaratan
- Kompetensi Pranata Komputer dibutuhkan oleh semua Unit
- Jabatan Pranata Komputer fleksibel, dimungkinkan untuk pindah jalur ke Struktural dan apabila diinginkan dimungkinkan kembali menjadi Pranata Komputer
Tergabung dalam Munas FL2MI, SEMA IAIN Parepare Ikut Serukan Anti Golput
Hamas IAIN Parepare--- Senat Mahasiswa se- Indonesia yang tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) berkumpul bersama dalam kegiatan Musyawarah Nasional ke-XI FL2MI yang berlangsung pada tanggal 18-23 Maret 2019 di Graha Instiper Yogyakarta.Kurang lebih 400 mahasiswa dari 200 perguruan tinggi di Indonesia ini sedang mengikuti berbagai rangkaian agenda kegiatan Munas yang disiapkan panitia pelaksana. Ketua Senat Mahasiswa IAIN Parepare, Musriadi melaporkan dari lokasi Munas menyampaikan, kegiatan Munas ini dibuka secara resmi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohammad Nasir, PhD.
Menurut Musriadi, Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) merupakan wadah pemersatu lembaga legislatif mahasiswa seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia yang memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan lembaga legislatif mahasiswa di Indonesia.
"Forum yang berasaskan Pancasila ini bertujuan supaya terbina rasa kekeluargaan antara lembaga legislatif mahasiswa yang akademis dan mampu berkarya, berketuhanan, bertanggungjawab, atas terwujudnya masyarakat adil makmur" papar Musriadi via telpon selulernya.

Pada hari ke-2, lanjut Musriadi, kami bersama-sama dengan Senat Mahasiswa se- Indonesia bersepakat menyerukan Anti Golput pada Pemilu serentak (Pilpres dan Pileg) yang akan dihelat pada tanggal 17 bulan depan. Pemilu adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyumbangkan kontribusinya bagi negara. Tiap suara yang diberikan akan mempengaruhi perkembangan Indonesia di masa datang. "Oleh karenanya, Mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu merangkul masyarakat dan membuka pikirannya agar mereka tidak golput pada pemilu yang akan datang" tutur Musriadi menirukan pesan yang disampaikan Koordinator Wilayah FL2MI Yogyakarta, Muh. Agus Setiawan.
"Meski pun demikian, peserta Munas FL2MI ini juga meminta para elit politik tidak membuat masyarakat kebingungan dan gaduh, khususnya dikalangan pemilih pemula. Para elit politik semestinya harus menjadi tauladan yang baik dalam proses demokratisasi yang sedang kita bangun. Jangan justru sebaliknya, para elit politik menjadi biang kerok dan biang ribut dalam politik dan demokrasi. Tugas dan tanggungjawab Politisi harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," tegas Ketua SEMA ini.
Mengenai penyelenggaraan Munas, Musriadi menyampaikan ada beberapa acara yang telah diagendakan panitia, yaitu Seminar Nasional, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Training Legislatif, Diskusi Publik, Talkshow, Sidang Pleno 1,2,3 dan 4, Sidang paripurna, Sosialisasi anti golput dan anti radikalisasi, Pesta Kebudayaan dan Field trip. "Sidang pleno merupakan agenda inti Musyawarah Nasional FL2MI, dimana pada Sidang pleno 4 menjadi forum pembahasan LPJ Pengurus Pusat FL2MI, sementara Sidang pleno 5 akan mengagendakan pemilihan Koordinator Pusat FL2MI 2018-2019 dan Sidang pleno 6 akan menentukan tuan rumah Mukernas ke-XII FL2M.
Ditanya mengenai targetnya pada Munas FL2MI, Musriadi meminta doa dan dukungan agar Senat Mahasiswa IAIN Parepare menjadi tuan rumah pada perhelatan Mukernas FL2MI yang akan datang. (s.s)
Dalam rapat tersebut, direktur pascasarjana, Dr. H.Mahsyar, M.Ag. menyampaikan,” orang tua kita dulu berbeda dengan anak- anak sekarang, dulu kalau mau bersilaturahmi dengan keluarganya didaerah, yang dia pikirkan apa yang akan saya bawakan berbeda dengan sekarang, jadi menurut saya jika kita upayakan nanti ketika kita berkunjung ke daerah, kita pikirkan apa yang akan kita bawa?”. jadi dari apa yang bisa kita bawa ke daerah itu selain memasang spanduk, bisa juga membawa minimal tas-tas yang isinya kalender dengan brosur. Tambahnya lagi.
Pembahasan dalam rapat tersebut Selain sosialisasi dengan membawa brosur dan kalender, perlu juga menemukan sasaran yang tepat, seperti ke kantor KUA, kantor pengadilan, kantor kemenag daerah dan kantor lainnya. Sosialisasi juga dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan, seperti menjadi narasumber pada kegiatan instansi lain dan sosialisasi melalui media sosial juga lebih efektif bila ditambahkan dengan membuat video pendek.
Untuk ujian masuk pada penerimaan mahasiswa baru akan menggunakan sistem CAT seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Adapun materi ujiannya itu terdiri dari soal Tes Potensi Akademik (TPA), bahasa inggris dan bahasa Arab. Dalam rapat ini juga direktur pascasarjana menambahkan “ tahun lalu itu ada 6 kelas dan tahun ini kita targetkan menerima 9 kelas”. (humas)
Rektor IAIN Parepare Dampingi Wali Kota Video Conference dengan MendagRI
Humas IAIN Parepare--- Dalam rangka Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkornas) 2019, Pemerintah Kota Parepare menggelar video conference dengan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, Rabu, 20/3/2019 di halaman Kantor Dinas Perdagangan Kota Parepare.Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Ahmad Sultra Rustan diundang langsung untuk mendampingi Wali Kota Parepare, H. M. Taufan Pawe dalam kegiatan video conference tersebut bersama dengan Forum Pemerintah Daerah, Ketua DPRD Kota Parepare, H. Kaharuddin Kadir, Sekda Kota Parepare, H. Iwan Asaad, Plt. Kadis Perdagangan, Muh. Husni Syam dan sejumlah kepala SKPD, Camat dan Lurah serta sejumlah undangan. Wakil Rektor IAIN Parepare, Muhammad Saleh nampak hadir menyertai Rektor dalam kegiatan tersebut.
Dalam video conference Wali Kota dengan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, Wali Kota menitip pesan kepada Presiden RI, Joko Widodo agar berkenan meluangkan waktu untuk datang ke Parepare meresmikan Pasar Induk Beras yang disebutnya sebagai Pasar Induk Beras terbesar di Indonesia bagian timur. Enggartiasto Lukita menyambut baik pesan Wali Kota dan bersedia meneruskan pesan tersebut kepada Presiden RI, Joko Widodo. "Terima kasih, nanti kita sampaikan pesannya kepada bapak Presiden" janji Mendag sebelum menutup video conference. Wali Kota Parepare menyampaikan ucapan terima kasih atas penunjukan kota Parepare sebagai pelaksana video conference dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional. "Ini suatu pertanda kota Parepare diperhitungkan oleh pemerintah pusat" ujar Wali Kota.
Dalam peringatan Hari Konsumen Nasional ini, Pemerintah Kota Parepare merangkainya dengan peresmian unit metrologi legal kabupaten/kota yang sumbangkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah kota Parepare.
Dalam persemian ini, Kepala Balai Legal IV Kementerian Perdangangan RI, Mathius Hendropriono, mengatakan keberadaan tera ulang legal di kota Parepare, maka tidak perlu lagi datang ke Surabaya dan bahkan Parepare bisa menjadi pusat tera ulang di Sulawesi Selatan. Pada kesempatan itu pula, Wali Kota menyerahkan beberapa bantuan alat metrologi kepada pelaku-pelaku bisnis pasar atau pedagang di kota Parepare.

Usai pelaksanaan peringatan Hari Konsumen Nasional, Wali Kota Parepare, H.M. Taufan Pawe mengajak Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan untuk makan coto di salah satu warung coto di Parepare. Kedua tokoh ini kelihatannya sangat akrab dengan duduk berdampingan menikmati suguhan cotonya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama IAIN Parepare, Muhammad Saleh yang turut hadir mendampingi Rektor dalam kegiatan tersebut menyatakan, kehadiran Rektor IAIN Parepare dalam kegiatan ini merupakan bukti dan wujud sinergisitas dan kerjasama yang erat antara pemerintah kota Parepare dengan perguruan tinggi, khususnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. "Pemerintah kota dan IAIN Parepare adalah dua mitra yang saling menguatkan dalam rangka membangun kota Parepare. IAIN sebagai lembaga pendidikan akan memback - up pembangunan kota Parepare khususnya dalam mewujudkan Parepare sebagai kota pendidikan." kata Muhammad Saleh.
Khususnya dalam bidang perdagangan, lanjutnya, IAIN Parepare sudah bisa berkontrubusi secara langsung, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun riset dan praktek perdagangan karena kita telah membuka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Melalui Fakultas ini, kita akan memberikan sumbangan secara akademik dalam mendukung pengembangan potensi perdagangan di kota ini" tuturnya memberikan keterangan. (s.s).
Prodi TIPS Memprogramkan Intensifikasi Kajian KeIslaman
Humas IAIN Parepare--- Pasca transformasi STAIN menjadi IAIN Parepare, berbagai program terobosan terus digalakkan dan dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja dalam lingkup IAIN Parepare. Salah satunya, program studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, yang disingkat TIPS. Selasa malam, 19/3/2019 Program studi pada Fakultas Tarbiyah ini mengelar program intensifikasi kajian Keislaman di Mushallah Kampus.Ketua Program Studi TIPS, Ahdar Jamaluddin menyampaikan, Kajian Keislaman ini merupakan kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap 2 kali dalam sebulan. Sebagai program kerja Prodi TIPS yang diperuntukkan bagi mahasiswa, maka kegiatan ini bersifat wajib diikuiti oleh seluruh mahasiswa IPS yang ada pada setiap tingkatan.
"Program intensifikasi kajian Keislaman ini, sengaja diprogramkan secara intensif sebagai upaya pendalaman pengetahuan Keislaman kepada para mahasiswa TIPS" ujar Ahdar.
Dalam pandangannya, mahasiswa perlu diberikan kajian Keislaman diluar perkuliahan karena latar belakang dan kedalaman pengetahuan agama Islam yang dimiliki mahasiswa berbeda dan pada umumnya, masih banyak yang memiliki pengetahuan agama di bawah rata-rata. "Mahasiswa kita, bukan hanya datang dari pesantren atau madrasah tetapi banyak juga yang lulusan SMU dan SMK, yang tentu saja pemahaman keagamaannya masih sangat rendah. Mata kuliah agama yang diberikan pada perkuliahan memerlukan follow up diluar perkuliahan agar mahasiswa, khususnya yang dari sekolah umum mampu memahami ajaran-ajaran Islam secara komprehensif.

Upaya program intensifikasi kajian Keislaman ini, juga diyakini mampu mengkanalisasi mahasiswa dari pemikiran-pemikiran ekstrim, baik ekstrim kanan atau pun kiri. "Kampus kita ini sedang digempur dari pemahaman-pemahaman radikal, baik radikal kiri atau pun radikal kanan. Kajian mereka sangat berkembang di kalangan mahasiswa. Kalau kajian mereka tidak diimbangi dengan kajian-kajian Keislaman yang intensif seperti yang digagas Ketua Prodi Ilmu Pengetahuan Sosial ini, maka saya khawatir mahasiswa kita memilih alternatif kajian yang ekstrim" ujar Herman, salah seorang civitas kampus yang berada di Mushallah ketika dimintai tanggapannya terkait kajian ini.
Pada kajian perdana ini, Ketua Prodi TIPS menghadirkan Pakar Pendidikan Islam, Dr. Abd. Khalik, M.Pd.I, yang juga Sekretaris Umum Dewan Pendidikan Kota Parepre. Dalam kajiannya, Abd. Khalik memetakan sejarah perkembangan Islam, mulai ketika kemunculan dan berkembangannya di Mekkah dan Madinah, sampai masuknya Islam di nusantara. Sejarah Islam ini, kemudian ditinjau dalam perspektif sosial antropolgi. Menurutnya karakteristik umat Islam sangat dipengaruhi oleh kondisi demografi dimana Islam tumbuh dan berkembangan. "Awal kemunculan Islam itu berada di kota Jazirah Arab, yaitu kota Mekkah dan kota Madinah. Kedua kota ini merupakan kota yang sangat maju pada masanya dan menjadi pusat peradaban. Pada mulanya, Islam ditolak oleh para kaum bangsawan yang berkuasa, tetapi pada akhir Islam diterima dan berkembang dengan sangat pesat di kedua kota besar ini, hanya dalam kurun waktu sekitar 23 tahun" urai Abd. Khalik.

Abd. Khalik memaparkan, perkembangan Islam di kota-kota memberikan pengaruh tersendiri bagi tipologi dan karakteristik umat Islam. Tantangan kehidupan kota menjadikan Umat Islam menjadi umat yang kuat, progresif dan penuh daya juang yang tinggi. Kita sebagai mahasiswa Islam, harus bisa mengadopsi karakteristik umat Islam ini, khususnya dalam menjalani proses perkuliahan. Jangan menjadi mahasiswa yang malas, apatis dan bermental kerupuk.
Kajian Khaliq ini relevan dengan hasil riset dan pemikiran Clifford Greerts yang mengkaji sosial antropologi Islam di Jawa melalui risetnya yang berjudul "The Religion of Java" dan diterjamahkan dalam bentuk buku berjudul "Abangan, Santri, Priyai dalam masyarakat Jawa. Kajian yang diikuti puluhan mahasiswa Prodi TIPS ini berakhir larut malam, karena peserta cukup antusias dan bersemangat. (s.s)
Rektor IAIN Parepare Puji Video Conference Mendag RI dengan WalikotaParepare
IAIN Parepare – Rektor Institut Agama Islam Negeri Parepare, Ahmad Sultra Rustan memuji kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Parepare, yaitu pelaksanaan Video Conference Presiden dengan Walikota Parepare dalam rangka Hari Konsumen Nasional (Harkonas) di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Rabu (20/03)."Parepare sangat luar biasa, sebab hanya lima kabupaten kota di Indonesia yang mendapat akses untuk melakukan video conference. Walikota Parepare memang sangat luar biasa dengan program-programnya yang di nilai sangat baik oleh pemerintah pusat sehingga bisa mendapat kesempatan ini," puji Rektor.
Lebih lanjut, ia juga memuji pelaksanaan kegiatan dari segi materi dan pemanfaatan teknologi, “Dari segi materi acara sangat baik, yaitu tentang objektivitas dan kejujuran dalam ukuran takaran sehingga tidak merugikan konsumen. Sementara dari segi teknologi, ini sangat memotivasi karena memanfaatkan teknologi video conference, meskipun dengan jarak jauh tapi sangat komunikatif,” pungkasnya dengan memberikan jempol.
Pelaksanaan Hari Konsumen Nasional tersebut dipusatkan di Kota Bandung. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mewakili Presiden melakukan video conference dengan lima kepala daerah terpilih, salah satunya dengan Walikota Parepare, Taufan Pawe. Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Disperindag tersebut, dihadiri oleh unsur Pimpinan dari Forum Komunikasi Daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Pimpinan Perguruan Tinggi. Terlihat, Rektor IAIN Parepare berdampingan dengan Walikota pada acara tersebut.
Umrah, Jokowi dan Keluarga Diberi Kesempatan Masuk Kakbah - KOMPAS.com
Read More
Apa Hubungan Diet Keto dengan Sindrom Metabolik? Ini Kata Ahli - Tempo
Read More
Barcode dan Pendaftaran "Online", Inovasi PPLN Den Haag untuk Pemilu - KOMPAS.com
Read More
Kriss Hatta Masuk Penjara, Hilda Vitria Terima Kasih ke Billy Syahputra - detikHot
Read More
Dituduh Curang, PPLN Sydney Ingatkan Hanya Ikuti Peraturan - VIVA - VIVA.co.id
Read More
Diagnos Genomics, Cara Mudah Deteksi Kelainan Genetik - Okezone
Read More
Bumi (Mungkin) Punya 'Kembaran' Baru, Jaraknya Sangat Dekat - Detikcom
Read More
Foto Lubang Hitam Pertama Mirip dengan yang di Film Interstellar - Tempo.co
Read More
Puluhan Proyek Pembangkit Listrik EBT Masih Menggantung - Kompas.com - KOMPAS.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan proyek pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan ( EBT) yang sudah menandatangani kontrak jual beli atau Power Purchase Agreement (PPA) pada tahun 2017 lalu masih menggantung. Dari 70 kontrak yang sudah PPA, hingga kini masih ada 23 proyek listrik EBT yang belum memenuhi syarat pendanaan.
Jumlah itu berkurang satu, dibandingkan data per Maret 2019 lalu yang tercatat ada 24 proyek yang terkendala pendanaan. Karenanya, Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, pihaknya masih terus berupaya untuk mempertemukan pengembang proyek dengan investor atau lembaga pendanaan.
"Sekarang tinggal 23, satu (proyek) sudah masuk ke grup yang akan mendapatkan pendanaan," kata Djoko saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Sabtu (13/4/2019).
Menurut data yang disampaikan Djoko, dari 70 proyek pembangkit listrik EBT yang sudah PPA pada 2017 tersebut, ada lima pembangkit berkapasitas total 35 Megawatt (MW) yang sudah beroperasi komersial atau Commercial Operation Date (COD).
Baca juga: Memangnya Cukup Sumber Energi Dalam Negeri?
Selain itu, terdapat 29 proyek pembangkit yang masih dalam tahap konstruksi, dengan total kapasitas 780,75 MW. Lalu, ada 11 proyek berkapasitas total 76,7 MW yang sudah menyerahkan jaminan pelaksanaan namun belum menyelesaikan pendanaan atau Financial Close (FC).
Setelah itu, terdapat 23 proyek dengan total kapasitas 316,12 MW yang belum menyerahkan jaminan pelaksanaan dan juga belum FC. Sisanya, ada satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berkapasitas 1,2 MW yang sudah diterminasi, dan ada satu PLTMH berkapasitas 4,4 MW yang terindikasi akan diterminasi karena terganjal kesungguhan untuk mencapai FC dan melengkapi jaminan pelaksanaan.
Sebelumnya, Djoko mengungkapkan bahwa PLN memberi tenggat hingga Juni kepada proyek yang belum menyerahkan jaminan pelaksanaan dan juga belum FC. Jika melewati batas waktu itu, maka proyek tersebut akan diterminasi.
Namun demikian, Djoko mengatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya untuk mempertemukan pengembang dengan investor atau lembaga penyandang dana. Kerja sama pun telah dilakukan PLN baik melalui kema Pembiayaan Investasi Non-Anggaran pemerintah (PINA) dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maupun dengan lembaga financial advisor seperti Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF).
Saat ini, sudah ada 6 proyek PLTM berkapasitas total 34 MW yang tengah menjajaki pendanaan melalui PINA-Bappenas. Sementara itu, sambung Djoko, pada pekan depan PLN akan kembali mempertemukan pengembang dengan lembaga pendanaan.
"Jadi kita pertemukan dengan investor, dan financial advisor seperti TLFF untuk melakukan studi ini. Mungkin Senin kita akan mempertemukan lagi," ujar Djoko yang juga menjabat sebagai Pembina EBT PLN.
Sehingga, Djoko pun belum bisa memastikan apakah tenggat waktu terminasi tetap pada bulan Juni, atau bisa diundur lagi. Sebab, PLN akan terlebih dulu menilai kelayakan progres dan komitmen pendanaan dari masing-masing proyek tersebut.
"Kan kita bantu, jadi kita lihat dulu, ada yang tertarik atau tidak. Kalau nggak, ya kita terminasi. Kalau ada, bisa kita perpanjang (tidak diterminasi pada bulan Juni)," jelas Djoko.
Di sisi lain, menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Pengembang Listrik Tenaga Air (APPLTA) Riza Husni, solusi yang ditawarkan PLN memang bisa memberikan dampak yang positif. Namun, ia menilai bahwa dampak tersebut hanya bersifat jangka pendek dan terbatas pada proyek EBT yang sudah PPA pada tahun 2017 saja.
"Ini solusi sementara. Tentunya sebagian pengembang PPA mengambil langkah cut loss daripada uangnya nggak kembali sama sekali," kata Riza.
Riza berpendapat, solusi ini tidak akan menimbulkan minat investor baru dalam mengembangkan pembangkit EBT, khususnya PLTMH berskala kecil. Menurutnya, dibutuhkan kerangka regulasi yang tepat untuk mendorong pembangkit listrik EBT, sekaligus membantu pengusaha nasional dengan skala usaha yang terbatas.
Saat ini, lanjut Riza, Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017, khususnya terkait skema build, own, operate and transfer (BOOT) membuat investasi di bidang ini menjadi tidak menarik.
"Seharusnya buat aturan yang baik, dengan itu menjadikan bank berminat untuk membiayai. Kalau tidak, sulit menimbulkan minat baru investasi di sektor ini," tandasnya. (Ridwan Nanda Mulyana)
Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Perbatasan Kalimantan Utara-Malaysia kini 100% berlistrik
Read More
Intip Bocoran NMax 2019, Banyak Berubah - VIVA - VIVA.co.id
VIVA – VIVA – Yamaha Indonesia bakal menghadirkan versi terbaru dari skuter matik bongsor andalan mereka, NMax. Kabar itu diketahui dari salah satu wiraniaga Yamaha di kawasan Bintara, Bekasi Barat, Vivi.
Ia mengatakan, skutik berkapasitas mesin 155cc itu tak alami banyak perubahan. Tetapi, tampilan tak akan benar-benar sama dengan model sebelumnya.
“Bukan All New, sejauh ini informasi yang kami terima sih facelift. Ada beberapa perubahan, tapi tak banyak. Minimal ada (perbedaan) lah,” ujarnya kepada VIVA belum lama ini.
Ucapan Vivi ternyata bukan omong kosong. Dilansir dari 100kpj, Senin 15 April 2019, beredar bocoran wujud NMax edisi terbaru di media sosial.
Perombakan yang dilakukan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebagai produsen, cukup banyak. Mulai dari desain depan hingga belakang.
Pada bagian depan, lampu diubah bentuknya, menjadi mirip XMax. Begitu pula dengan desain lampu belakang, dibikin lebar hingga ke sisi samping.
YIMM juga menambahkan teknologi terbaru, yakni sistem keyless pada kunci. Fitur ini membuat motor tak mudah untuk dibobol dan dibawa kabur maling.
Soal banderol, Vivi tak bisa memastikan angkanya. Namun, harga yang dipatok akan lebih tinggi, sehingga uang muka yang harus dibayar juga alami peningkatan.
“Lebih mahal dari versi sebelumnya, jadi DP (down payment) juga naik. Saya pastikan enggak beda jauh. Mungkin ada selisih sekitar Rp200-400 ribu, dan ini baru perkiraan,” ungkapnya. (kwo)
Read More
GIIAS Surabaya 2019 Sukses, Pengunjung Capai 55 Ribu Orang - Autonet Magz
AutonetMagz.com – Tahun ini publik Jawa Timur mendapatkan sebuah kado spesial dari pihak Gaikindo dengan menjadi kota pembuka bagi gelaran GIIAS 2019 The Series. Nah, pembukaan seri tahun 2019 ini diawali di kota Pahlawan, Surabaya, dan gelaran GIIAS Surabaya 2019 sendiri sudah berakhir per tanggal 7 April 2019 kemarin. Lantas, bagaimana capaian dan juga hasil selama 10 hari pameran di Grand CIty Convex ini? Mari kita bahas.
GIIAS Surabaya 2019 sukses menampilkan berbagai teknologi dan fitur terbaru dari 12 merek passenger car yang turut ambil bagian di gelaran ini, seperti Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu Passanger,Lexus, Mazda, Mitsubishi Motors, Nissan, Suzuki, Toyota, Wuling, dan 3 merek commercial vehicle; DFSK, Isuzu Commercial dan Mitsubishi Fuso. 4 brand motor yaitu Honda, Suzuki, Yamaha, Viar serta puluhan industri pendukung otomotif lainnya juga unjuk gigi. Selain itu konsep dan program – program baru yang hadir menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Surabaya.
Pameran yang pertama kalinya dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, telah sukses menghadirkan 55.531 pengunjung. Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo mengungkapkan harapannya agar dukungan dari masyarakat Surabaya terus mengalir untuk industri otomotif Indonesia, “Harapan kami akan tidak putusnya antusiasme dan dukungan masyarakat Surabaya menyambut perkembangan dari industri otomotif yang kami sajikan dalam setiap pameran GIIAS. Karena kami meyakini antusiasme masyarakat adalah semangat positif bagi industri,” tuturnya.
Berbagai program yang berhasil menjadi magnet para automotive enthusiast adalah test drive yang diikuti lebih dari 1.500 peserta, dan test ride yang mencatatkan lebih dari dua ratus peserta sepanjang pameran. Pada hari terakhir, (Minggu 7/4) juga diberikan penghargaan bagi peserta yang berhasil terpilih sebagai pemenang favorite booth pilihan pengunjung GIIAS Surabaya 2019. Sri Vista Limbong, selaku Project Director GIIAS The Series mengungkapkan rasa terima kasih dan syukurnya terhadap kelancaran pelaksanaan di tahun ini dan menjanjikan bahwa pelaksanaan berikutnya akan lebih baik lagi.
Setelah berakhir pelaksanaan di kota Surabaya, GIIAS 2019 The Series akan dilaksanakan di Jakarta, the 27th GIIAS 2019 yang akan berlangsung pada 18 – 28 Juli 2019 bertempat di ICE, BSD City, kemudian disusul dengan Makassar, 11– 15 September 2019*, bertempat di Celebes Convention Center, dan ditutup di Medan, 23 – 27 Oktober 2019, berlokasi di Santika Convention Center. Jadi, bagaimana pendapatmu sob, sampai ketemu di GIIAS ICE BSD ya.
Read More
Mau Investasi Sekaligus Bantu Bangun Jalan Tol Gempol-Pandaan? - Kompas.com - KOMPAS.com
Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRJalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Jumat (12/6/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mandiri Manajemen Investasi bersama PT Jasa Marga Persero meluncurkan produk investasi khusus untuk pembangunan infrastruktur, yakni Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA) dengan nama DINFRA Toll Road Mandiri-001.
Sesuai namanya, investasi ini khusus untuk pembiayaan ruas tol Gempol-Pandaan. Ruas tol ini dibangun oleh Jasa Marga sepanjang 13,61 kilometer.
Pembangunan tersebut tentunya butuh biaya yang besar. Oleh karena itu, Jasa Marga butuh tambahan pendanaan dari pihak luar. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, selama ini Jasa Marga beberapa kali mengeluarkan produk pendanaan baru di pasar modal.
"Sejak 2017 kita ada sekuritisasi, project bond, Komodo Bond, dan reksa dana penyertaan terbatas berbasis ekuitas," kata Desi di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/4/2019).
Baca juga: Cerita Tasya Kamila, Investasi Reksa Dana untuk Masa Depan Anak
Namun, produk-produk tersebut kebanyakan didanai oleh investor institusi. Dengan adanya DINFRA Toll Road Mandiri-001, maka diharapkan pasarnya lebih luas dan menarik investor individu lebih banyak.
"Jadi tidak hanya institusi, masyarakat bisa berperan dalam pembangunan infrastruktur," kata Desi.
Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan infrastruktur jalan tol melesat tajam. Sebelum 2016, Jasa Marga membangun 593 kilometer. Setelah 2016, hingga akhir tahun 2019, targetnya ada 650 kilometer ruas tol yang dibangun dan beroperasi.
DINFRA merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk utang atau ekuitas. Adapun keunggulan KIK-DINFRA dibandingkan produk investasi lainnya yakni ada solusi alternatif bagi investor untuk berinvestasi pada aset infrastruktur melalui kepemilikan saham pada perusahaan pemilik.infrastruktur.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, DINFRA Toll Road Mandiri-001 merupakan produk investasi pertama di sektor infrastruktur yang tercatat di BEI.
"Dengan penerbitan ini, kami harapkan manajer investasi lainnya akan menerbitkan DINFRA lain dalam pembangunan infrastruktur dan menjadi alternatif bagi investor," kata Inarno.
Read More
Rini: Kementerian BUMN akan Hilang Digantikan Super Holding - detikFinance
Jakarta
- Setelah sukses melakukan beberapa pembentukan
holding BUMN, pemerintah berencana untuk membentuk super holding.
Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, super holding BUMN merupakan holding yang menaungi holding-holding BUMN yang sudah terbentuk. Ini akan membawahi seluruh BUMN yang ada.
"Iya nantinya menjadi kaya Temasek (super holding Singapura, kaya Khazanah (Malaysia)," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/4/2019).
Super holding itu kewenangannya akan seperti Kementerian BUMN. Oleh karena itu dengan adanya super holding, maka Kementerian BUMN akan hilang.
"Ya kementerian BUMN akan hilang. Jadinya nanti ada super holding," tambahnya.
Meski begitu, Rini menekankan, adanya super holding tidak membuat kontrol pemerintah terhadap BUMN hilang. Bahkan super holding akan bertanggung jawab langsung terhadap Presiden sama dengan kementerian lainnya.
"Sama saja, Khazanah juga langsung ke PM. Temasek juga langsung ke PM. Jadi nanti kalau super holding juga langsung ke Presiden, sama. Cuma bentuknya itu bukan bentuk seperti birokrasi, bentuknya bukan kementerian," terangnya.
Dengan adanya super holding, Jokowi berharap BUMN dikelola secara profesional. Sebab dengan adanya super holding para BUMN akan diawasi oleh orang-orang profesional bukan birokrat.
"Peran pemerintah tidak hilang dong, pemegang sahamnya pemerintah kok," tutupnya.
Tonton juga video Menteri BUMN Minta Perkebunan Nusantara Melek Digital:
(das/ara)Read More
